Nasima Education Scholarship (NES) resmi membuka seleksi administrasi dan wawancara program Beasiswa English Capacity Building for NU Educators Batch 4.

SEMARANG – Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di SMA Nasima Semarang dihadiri oleh jajaran pengurus Nesindonesia, tim lembaga pelatihan Akses Advance Training dari Pare, Kediri, serta para guru calon peserta. Program beasiswa intensif ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi dan kefasihan berbahasa Inggris para pendidik di lingkungan madrasah dan pondok pesantren Jawa Tengah.

‎Meskipun kuota total yang disediakan mencapai 50 peserta untuk menjaring guru-guru dari LP Ma’arif NU Jawa Tengah, RMI PWNU Jawa Tengah dan Pondok Pesantren, seleksi tahap pertama ini baru diikuti oleh 12 peserta. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa seleksi tetap berjalan dengan standar yang ketat untuk menjaga mutu lulusan. Seleksi kompetensi ini nantinya akan menyaring para peserta sebelum mereka diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris secara terpusat.

‎Program Coordinator NES, Prof. Dr. H. Najahan Musyafak, M.A., dalam sambutannya menekankan bahwa minimnya jumlah pendaftar saat ini bukan mencerminkan sulitnya akses beasiswa, melainkan tantangan dalam menemukan calon peserta yang memenuhi standar kualifikasi. Pihak panitia berkomitmen penuh untuk memfasilitasi proses seleksi agar berjalan objektif namun tetap suportif bagi perkembangan kemampuan peserta.

‎”Kalau hari ini orang mengira susah mencari beasiswa, itu bukan karena susah tetapi mencari orang yang tembus beasiswa, cari yang bisa tembus beasiswa itu yang susah. Perlu kami sampaikan bahwa ini kami berharap 12 peserta ini itu bisa lolos semua,” ujarnya saat membuka acara.

Sebagai upaya menjaga transparansi dan objektivitas, panitia menerapkan merit system selection atau sistem seleksi berbasis prestasi dan kemampuan murni dalam ujian bahasa Inggris ini. Otoritas penuh dalam penyusunan materi, target, serta teknis pengujian diserahkan langsung kepada tim ahli Akses Advance Training Pare yang bertindak sebagai penguji. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh peserta yang lolos benar-benar siap menghadapi tantangan pembelajaran intensif.

‎Mengingat kuota minimal kelas belum terpenuhi, panitia mengumumkan akan segera membuka seleksi gelombang kedua (round 2) untuk memenuhi target minimal 20 hingga 25 peserta.

Para peserta yang dinyatakan lolos seleksi dijadwalkan bertolak ke Pare, Kediri, untuk menjalani pelatihan asrama (dormitory) secara intensif selama enam minggu yang direncanakan mulai berjalan pada awal Agustus mendatang.

comment-2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *